Para ilmuwan
telah menemukan fosil manusia yang hidup dahulu kala. Fosil-fosil manusia ini
tidak menunjukkan perbedaan dengan manusia masa kini. Bahkan, fosil-fosil ini
hidup zaman yang dinyatakan para evolusionis belum terbentuk manusia. Jika
mengikuti klaim mereka seharusnya hanya ada kera nenek moyang manusia kala itu.
Para ilmuwan telah menemukan
bekas-bekas sebuah gubuk batu. Ketika mereka menghitung waktunya, mereka
mencapai kesimpulan bahwa gubuk itu setidaknya berumur 1,5 juta tahun. Artinya
manusia yang hidup 1,5 juta tahun yang lalu adalah manusia beradab. Mereka
adalah manusia biasa sebagaimana manusia masa kini. Bukti ini membuat
pernyataan para evolusionis, seperti bahwa manusia berevolusi dari kera,
pertama ada manusia primitif (separo manusia, separo kera), dan kemudian
berevolusi menjadi manusia masa kini, keliru sama sekali
Salah satu fosil tertua yang ditemukan
hingga saat ini adalah fosil Anak Toscana, yang berumur sekitar 1,6 juta tahun.
Ketika fosil ini diuji dengan saksama, ditemukan bahwa fosil ini adalah milik
anak 12 tahun, yang jika dewasa akan setinggi 1,8 m. Fosil ini saja, dengan
kemiripan yang tepat dengan kerangka manusia hari ini, sudah cukup untuk
menggugurkan kepercayaan bahwa manusia berasal dari kera.
Manusia adalah satu-satunya makhluk
hidup yang dapat berjalan tegak dengan dua kakinya. Binatang seperti rusa,
anjing, dan kera berkaki empat, dan binatang seperti ular, buaya dan kadal
adalah reptil. Sebagaimana dinyatakan oleh teori evolusi, jutaan tahun yang
lalu kera berkaki empat mengubah cara berjalan mereka menjadi posisi
membungkuk. Kera terus berjalan membungkuk sampai, suatu hari, cara berjalan
mereka menjadi sepenuhnya tegak. Dan sebagai hasilnya, bentuk manusia tercapai.
Klaim yang dibuat oleh teori evolusi ini tidak berlandaskan pada bukti ilmiah
apa pun, tetapi berdasarkan khayalan semata. Pengkajian yang dilakukan para
ilmuwan tahun-tahun terakhir ini telah membuktikan bahwa klaim para evolusionis
benar-benar omong kosong yang tidak ilmiah!
Penelitian telah menunjukkan
bahwa makhluk hidup menggunakan energinya paling baik dengan berjalan dengan 2
kaki atau 4 kaki.
Makhluk hidup akan menghabiskan energi dua kali lebih banyak jika mereka
mencoba berjalan membungkuk dan berbeda dari postur alamiahnya. Lalu, mengapa
kera berjalan menghabiskan dua kali lebih banyak energi selama ribuan tahun?
Sama halnya dengan manusia dewasa yang merangkak dengan beban penuh di
punggungnya. Atau, maukah kamu, walau lebih enak berjalan dengan kedua kakimu,
tiba-tiba memutuskan untuk berdiri dan berjalan pada kedua telapak tanganmu?
Jelaslah tidak ada makhluk yang mau mengganti cara berjalannya yang enak. Allah
Yang Mahakuasa telah menciptakan setiap manusia dengan kemampuan untuk bergerak
dengan cara yang paling menyenangkan. Kesimpulannya, teori evolusi tidak dapat
menjawab pertanyaan, Mengapa suatu saat kera berkaki empat memutuskan untuk
berjalan hanya dengan dua kaki? Perbedaan terbesar antara kera dan manusia
adalah bahwa manusia memiliki jiwa sementara kera tidak. Manusia penuh
pengetahuan, berpikir, berbicara, dan menyampaikan pikirannya kepada orang lain
dengan kalimat yang masuk akal, mereka mengambil keputusan, mereka merasa,
mereka mengembangkan cita rasa, mereka mengenal seni, mereka melukis, mereka
menulis lagu, mereka bernyanyi dan mereka penuh dengan cinta dan nilai moral.
Semua ciri ini khusus bagi jiwa manusia. Binatang tidak memiliki jiwa. Cara
mereka hiduap dan menunjukkan kasih sayang berhubungan dengan pola
kehidupannya. Tidak ada selain manusia yang memiliki ciri-ciri unik ini.
Allah Yang Mahakuasa hanya menciptakan ciri-ciri sedemikian untuk manusia dan
tidak untuk binatang.
0 komentar:
Posting Komentar